Dalam Al-Qur'an, pohon melambangkan konsep, ide, cara hidup, atau pedoman hidup. Segala macam kebaikan diwakili oleh pohon yang baik dan keburukan diwakili oleh pohon yang buruk.[Qur'an Ibrahim:24].
Keberadaan Adam dan hawa melengkapi penghuni taman surga yang sangat sempurna. di sana juga terdapat bangsa jin termasuk azazil dan para malaikat.
Kemudian iblis membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, "Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?" QS. Taha Ayat 120.
Adalah ketika iblis (Azazil) memberikan informasi tentang pohon keabadian (khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa. Apa yang disebut pohon keabadian (khuldi) adalah pohon keturunan yang menjadikan makluk itu berkembang biak dan menjadikan bangsa manusia terus menerus memperoleh keturunan sehingga abadi (tidak punah), semakin banyak keturunan yang diperoleh maka akan membentuk sebuah peradaban sehingga akan membentuk kerajaan yang tidak akan binasa. Azazil memiliki informasi tersebut karena dulunya Azazil bagian dari peradaban bangsa jin, hin, dan bin yang menguasai bumi selama 88.000 tahun lamanya.
Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan Adam telah melanggar (perintah) Tuhannya dan khilaflah dia. QS. Taha Ayat 121.
Pada saat itu Adam dan Hawa sangat tertarik dan melakukan apa yang Azazil sampaikan agar memperoleh khuldi (pohon keabadian). Adam dan hawa saat di surga meminta dan seketika tampaklah oleh keduanya aurat mereka.
Perlu diketahui bahwa di surga apapun yang kita inginkan akan dikabulkan, hal ini tercantum dalam ayat ayat Al-Qur'an termasuk Surat Fussilat Ayat 31
"...Dan di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang diinginkan oleh hatimu dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta." (QS. Fussilat: 31).
Pada saat itu Adam dan hawa sangat ketakutan dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, surga bukanlah tempat berkembang biak suatu makluk maka dari itu adam dan hawa di turunkan ke bumi. untuk menebus kesalahan yang ia lakukan, Nabi Adam AS memohon ampun dan menangis terus-menerus selama 300 tahun dalam keadaan sujud.
Tuhannya kemudian memilihnya (menjadi rasul). Maka, Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. QS. Taha Ayat 122.
Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama. Sebagian kamu (Adam dan keturunannya) menjadi musuh bagi yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, (ketahuilah bahwa) siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. QS. Taha Ayat 123.
Tobat Nabi Adam diterima oleh Allah SWT pada tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) dan karena sebelum adam datang bumi dihuni oleh makhluk lain (seperti Jin/Hin/Bin) yang sering berbuat kerusakan. Adam diutus untuk membawa kebenaran dan ketauhidan, sekaligus menjadi pionir bagi generasi manusia selanjutnya. Tugas utama khalifah bukan hanya memimpin manusia, melainkan mengelola, menjaga, memakmurkan, dan merawat bumi beserta isinya sesuai perintah Allah. Adam ditugaskan untuk mengelola sumber daya alam dan menegakkan keadilan di bumi.
Kesimpulan:
syajaratul-khuldi adalah Simbolisme Pohon dalam Genealogi,sebuah Analogi tentang batang, cabang, dan ranting dalam keturunan manusia. Dalam banyak budaya dan bahkan dalam istilah biologi modern, sering menggunakan istilah Family Tree (Pohon Keluarga) atau Phylogenetic Tree (Pohon Filogenetika). Akar/Batang enunjukan Adam dan Hawa sebagai common ancestor (leluhur bersama). Cabang & Ranting Diversifikasi sebagai keturunan menjadi berbagai suku, bangsa, dan ras. dan Buah/Daun erupakan Generasi baru manusia yang terus tumbuh sampai sekarang.
Makna "Keabadian" (Al-Khuldi) Dalam Surah Taha ayat 120, Iblis membisikkan: "Wahai Adam! Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian (Syajaratul Khuldi) dan kerajaan yang tidak akan binasa?". Jika melihatnya secara biologis, Manusia sebagai individu memang fana (mati) Namun, manusia sebagai spesies menjadi "abadi" melalui reproduksi. DNA yang terus hidup dan diturunkan melalui anak-cucu. Jadi, "buah" yang mereka dekati (yang sering ditafsirkan sebagai hubungan biologis/seksual oleh sebagian mufasir) adalah pemicu lahirnya generasi yang menjaga eksistensi manusia di bumi sampai hari ini.
Kerajaan yang Tidak Binasa (Mulkun La Yabla), Poin akurat dimana saat ini manusia merupakan spesies dominan yang ada di bumi yang sijuluki "Peradaban yang mendominasi". Manusia diturunkan ke bumi sebagai Khalifah (pemimpin/pengelola). Dominasi manusia atas spesies lain dan kemampuan membangun peradaban (kerajaan) yang bertahan ribuan tahun adalah manifestasi dari janji "kekuasaan" tersebut. Meskipun ironisnya, kekuasaan ini didapat melalui perjuangan hidup di dunia, bukan kenikmatan instan di surga.
Tragedi sekaligus Berkah: "Jatuhnya" Adam ke bumi bukan sekadar hukuman, tapi mekanisme dimulainya sejarah. Tanpa mengetahui tentang pohon kehidupan (memulai reproduksi/nafsu) dari iblis, manusia akan tetap statis di surga, tidak ada sejarah, tidak ada peradaban, dan tidak ada miliaran manusia yang menyembah Tuhan saat ini.





No comments:
Post a Comment