36. Surah Al-Nazi’at

Surah Al-Nazi’at (Bahasa Arab: النّازعات, "Al-Nāzi’āt" Para Malaikat Pencabut Nyawa)adalah surah ke-79 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-81 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Dinamai Al-Nazi’at karena surah ini dimulai dengan sumpah Allah Swt atas Al-Nazi’at.


Dari sisi isi, surah Al-Nazi’at termasuk surah Al-Mufasshalat yaitu surah yang berukuran relatif kecil. Surah ini adalah surah ke-13 yang dimulai dengan pernyataan sumpah dan mencakup lima sumpah yang dinyatakan berturut-turut. Surah Al-Nazi’at terdiri dari 46 ayat menurut para qari Kufah dan 45 ayat sesuai dengan pendapat para qari lainnya. Namun pendapat para qari Kufah yang lebih masyhur. Jumlah katanya adalah 133 kata dan 553 huruf. Surah Al-Nazi’at adalah surah ke-79 berdasarkan susunan mushaf dan surah ke-81 sesuai urutan pewahyuan Al-Quran. Surah ini tergolong sebagai surah Makkiyah. Dari sisi isi, surah Al-Nazi’at termasuk surah Al-Mufasshalat yaitu surah yang berukuran relatif kecil. Surah ini adalah surah ke-13 yang dimulai dengan pernyataan sumpah dan mencakup lima sumpah yang dinyatakan berturut-turut. [1]

Tema utama yang diangkat dalam surah ini di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Kisah Nabi Musa As
  2. Sejarah perjalanan dunia dan dunia masa datang (akhirat)
  3. Fir’aun
  4. Penegasan akan terjadinya hari pembalasan
  5. Kondisi manusia pad hari itu
  6. Perbandingan usia manusia yang sangat pendek dengan kehidupan manusai di akhirat.[2]

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا ﴿١﴾ وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا ﴿٢﴾ وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا ﴿٣﴾ فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا ﴿٤﴾ فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا ﴿٥﴾ يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ ﴿٦﴾ تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ﴿٧﴾ قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ ﴿٨﴾ أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ﴿٩﴾ يَقُولُونَ أَإِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ ﴿١٠﴾ أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ﴿١١﴾ قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ﴿١٢﴾ فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ ﴿١٣﴾ فَإِذَا هُم بِالسَّاهِرَةِ ﴿١٤﴾ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ ﴿١٥﴾إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى ﴿١٦﴾ اذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ ﴿١٧﴾ فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰ أَن تَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾ وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ ﴿١٩﴾ فَأَرَاهُ الْآيَةَ الْكُبْرَىٰ ﴿٢٠﴾ فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ ﴿٢١﴾ ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ ﴿٢٢﴾ فَحَشَرَ فَنَادَىٰ ﴿٢٣﴾ فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ ﴿٢٤﴾ فَأَخَذَهُ اللَّـهُ نَكَالَ الْآخِرَةِ وَالْأُولَىٰ ﴿٢٥﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ ﴿٢٦﴾ أَأَنتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا ﴿٢٧﴾ رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا ﴿٢٨﴾ وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا ﴿٢٩﴾ وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا ﴿٣٠﴾ أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا ﴿٣١﴾ وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا ﴿٣٢﴾ مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ ﴿٣٣﴾ فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ ﴿٣٤﴾ يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ مَا سَعَىٰ ﴿٣٥﴾ وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَن يَرَىٰ ﴿٣٦﴾ فَأَمَّا مَن طَغَىٰ ﴿٣٧﴾ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ﴿٣٨﴾ فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٣٩﴾ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٤٠﴾ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴿٤١﴾ يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ﴿٤٢﴾ فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا ﴿٤٣﴾ إِلَىٰ رَبِّكَ مُنتَهَاهَا ﴿٤٤﴾ إِنَّمَا أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا ﴿٤٥﴾ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا (٤٦)



Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
  1. Demi golongan yang merenggut secara kasar, dan golongan yang mencabut secara hati-hati, dan golongan yang melesat kencang, dan golongan yang menerobos secara keras, dan golongan yang melaksanakan perintah. Sebuah Hari ketika gemuruh pertama yang menggemparkan seraya diiringi gemuruh lain; banyak kalbu pada hari itu terguncang, pandangan mereka tertunduk, mereka mengatakan: "Benarkah kami akan dikembalikan pada keadaan semula? bahkan sewaktu diri kami telah menjadi serpihan belulang?" mereka mengatakan: "Jika tentu demikian, tentulah itu merupakan suatu pengembalian yang merugikan." bahwa yang demikian itu hanya melalui sekali panggil lalu seketika mereka terbangun. (Ayat: 1-14)
  2. Sudah sampaikah kepadamu riwayat Musa? ketika Tuhannya memanggil ia di lembah yang kudus, Thuwa; : "Temuilah Fir'aun, sungguh orang itu berlaku sewenang-wenang serta ucapkan: "Maukah kamu memperbaiki diri? dan aku akan membimbingmu menuju Tuhanmu supaya dirimu merendahkan diri?" kemudian ia memperlihatkan mu'jizat yang menakjubkan, namun orang itu justru mendustakan dan mendurhakai, lalu orang itu berpaling seraya menantang, hingga orang itu berunding dan menyatakan; orang itu mengatakan: "Akulah dewa kalian yang Agung" kemudian Allah menghukum orang itu serta menjadikan orang itu sebagai kiasan di Akhirat maupun di dunia; sungguh dalam hal yang demikian itu mengandung bimbingan bagi orang yang gentar. (Ayat: 15-26)
  3. Apakah kalian yang lebih sulit dalam hal penciptaan ataukah langit? sungguh Dialah yang mendirikan itu, Dialah Yang Membentangkan langitNya lalu Dialah yang menyelesaikan itu, dan Dialah yang Menggelapkan malam serta Dialah yang Mencerahkan siang, bahwa Dialah yang Menghamparkan bumi sesudah itu, Dialah yang memunculkan darisana, mata air-mata air beserta tanaman-tanamannya, bahwa Dialah Yang Menancapkan gunung-gunung untuk kenyamanan hidup kalian serta untuk hewan ternak kalian. (Ayat: 27-33)
  4. Maka ketika kegemparan dahsyat terjadi, sebuah Hari ketika manusia tersadar tentang segala hal yang telah ia pilih; kemudian dihadapkan api yang membara kepada orang-orang yang melihat; adapun orang-orang yang telah berlaku semena-semena dan lebih menggemari kehidupan duniawi maka api yang membara merupakan tempat keabadian orang-orang itu; sedangkan orang-orang yang tunduk sepenuhnya terhadap Tuhannya, serta yang menahan diri terhadap segala kecondongan diri, tentulah Surga merupakan tempat keabadian orang-orang tersebut. (Ayat: 34-39)
  5. Mereka bertanya kepadamu tentang Kegemparan itu: "Kapankah tepatnya perkara itu terjadi?" dalam kedudukan apakah dirimu untuk bisa menyatakan perkara itu? kepada Tuhanmu diserahkan tentang perkara itu, kamu tidak lain seorang pemberi peringatan bagi orang-orang yang gentar terhadap perkara itu. Pada hari ketika mereka menghadapi perkara itu, mereka seolah-olah tiada merasakan apapun melainkan hanya berlalu di waktu senja atau fajar. (Ayat: 40-46)[3]

Suara: Muhammad Toha Al Junayd

[1][2]http://id.wikishia.net/view/Surah_Al-Nazi%27at
[3]https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_An-Nazi%E2%80%99at

No comments:

Post a Comment